IBADAT JUMAT AGUNG & PENCIUMAN SALIB

Ibadat Jumat Agung & Penciuman Salib – Pra Paroki Santa Marta Krooy
✝️ MEMANGUL SALIB – SETIA SAMPAI AKHIR ✝️

IBADAT JUMAT AGUNG & PENCIUMAN SALIB

Pra Paroki Santa Marta – Krooy, Kaimana | 03 April 2026 | Warna Liturgi MERAH
📅 JUMAT AGUNG – 03 APRIL 2026
🎭 PEMENTASAN TABLO PASSIO (Sengsara Yesus Kristus)
Oleh OMK Pra Paroki Santa Marta. Dimulai dari Gedung Pertemuan Krooy menuju Halaman Gereja dengan 14 perhentian.
Rute: Jalan Casuarina → Jalan Parawisata → belok Jalan Batu Putih.

📌 14 Perhentian Jalan Salib (OMK)

Perhentian 1 & 2: Gedung Pertemuan Krooy
Perhentian 3: Kantor Bapeda
Perhentian 4: Tugu
Perhentian 5: Rumah Bapak Totong/Bapak Bagas
Perhentian 6: Depan Kantor Capil
Perhentian 7: Kediaman Sekda
Perhentian 8: Depan rumah Ongko Cang
Perhentian 9: Poli Klinik Misi
Perhentian 10-14: Halaman Gereja Pra Paroki Santa Marta

⛪ IBADAT JUMAT AGUNG (15.00 WIT)

Dipimpin oleh: Pastor Pra Paroki Santa Marta
RP. FRANSISKUS XAVERIUS NENGA, O.Carm (Romo Panco – sapaan akrab)

Ibadat Jumat Agung dimulai pukul 15.00 WIT di Halaman Gereja Pra Paroki Santa Marta, dilanjutkan dengan Ritus Penciuman Salib & Komuni Kudus. Hari ini tidak ada Perayaan Ekaristi karena Kristus sendiri mempersembahkan diri-Nya.

📖 Kotbah Jumat Agung – Romo Fanco sapaan akrab dari RP. Fransiskus Xaverius, O.Carm

Dalam kotbahnya, Romo Fanco menekankan bahwa “Kita memanggul salib mengikuti teladan Yesus Kristus sampai selesai. Beriman bukanlah hanya sekedar kata-kata kosong belaka, tetapi diperjuangkan untuk keselamatan. Memanggul salib bukan hal yang mudah, terlebih kita dituntut sebagai murid-murid Kristus untuk saling mengasihi, saling mengampuni, saling tolong-menolong, menjadi garam dan terang dunia, serta setia terhadap iman sampai akhir.”

Romo Fanco mengajak seluruh umat untuk merenungkan pengorbanan Yesus di kayu salib dan menghidupi kasih tanpa syarat.

Romo Fransiskus Xaverius Nenga, O.Carm berkotbah
📸 Romo Fanco (RP. Fransiskus Xaverius Nenga, O.Carm) menyampaikan kotbah dalam Ibadat Jumat Agung – ajakan memanggul salib dan mengasihi sesama.

🙏 DOA UMAT MERIAH – JUMAT AGUNG

1. Untuk Persatuan Gereja
2. Untuk Paus Leo XIV
3. Untuk Uskup Hilarion Datus Lega dan Para Uskup
4. Untuk Para Imam, Diakon, dan Pejabat Gereja
5. Untuk Umat beriman Katolik
6. Untuk Umat Kristen lain
7. Untuk Umat Yahudi – umat pertama yang menerima Sabda Tuhan
8. Untuk orang-orang yang belum mengenal Kristus
9. Untuk orang-orang yang belum mengenal Allah
10. Untuk Para Pemimpin Negara dan Pemerintah
11. Untuk orang yang menderita, sakit, dalam penjara
12. Untuk para pengungsi dan perantau

✝️ Seluruh doa umat dinaikkan dengan khidmad, diikuti oleh umat yang hadir di halaman gereja.

📜 PEMBACAAN KISAH SENGSARA TUHAN YESUS KRISTUS (Menurut Injil Yohanes)
Bagian liturgi paling khusyuk — umat duduk dengan penuh perhatian mendengarkan warta sengsara

Setelah doa umat, seluruh umat yang hadir di halaman gereja duduk dengan khidmat untuk mendengarkan Pembacaan Kisah Sengsara Yesus Kristus menurut Injil Yohanes (Yoh 18:1–19:42). Petugas liturgi membacakan dengan lantang narasi penangkapan, pengadilan, penyaliban, hingga kematian Yesus. Suasana hening menyelimuti, hanya terdengar suara bacaan yang menggema di tengah hati setiap orang beriman.

Umat diajak untuk merenungkan setiap kata, setiap derita yang ditanggung Tuhan demi keselamatan manusia. Pada bagian “Et incarnatus est” dan saat Yesus menyerahkan nyawa-Nya, semua berlutut sejenak sebagai tanda penghormatan mendalam. Kesungguhan umat terlihat dari raut wajah yang menunduk, mata yang basah, dan tangan yang menggenggam erat buku doa.

Pembacaan Kisah Sengsara Yohanes di Ibadat Jumat Agung
📸 Suasana hening: umat duduk dengan penuh perhatian mengikuti pembacaan Passio menurut Injil Yohanes.
✨ Momen refleksi: “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Yoh 19:30) — Seluruh umat berlutut hening merenungkan sengsara dan Wafat Tuhan.

🕊️ Ritus Penciuman Salib

Setelah pembacaan Passio dan homili singkat, umat diajak menghormati Salib Tuhan dengan penuh devosi. Penciuman Salib menjadi puncak penghayatan sengsara Kristus. Berikut momen khidmad dari Ibadat Jumat Agung di Pra Paroki Santa Marta.

Umat menghormati salib
📸 Umat melakukan Penciuman Salib – Ibadat Jumat Agung
Tablo Passio perhentian
🎭 Pementasan Tablo Passio oleh OMK di Jalan Parawisata
Suasana Ibadat Jumat Agung
🕯️ Umat hening mengikuti Ritus Penghormatan dan Penciuman Salib
🍞 KOMUNI KUDUS (Menyambut Tubuh Kristus)
Setelah ritus Penciuman Salib, umat menyambut Tubuh Kristus – hosti yang telah dikonsekrasi pada Kamis Putih. Jumat Agung adalah satu-satunya hari yang tidak ada Perayaan Ekaristi, karena Kristus sendiri mempersembahkan kurban-Nya di kayu salib. Umat diajak hening dan penuh syukur.

✝️ “Setialah terhadap iman sampai akhir” – Pra Paroki Santa Marta, Krooy, Kaimana ✝️