Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega Pimpin Misa Adven sekaligus Pengukuhan Prodiakon

Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega Pimpin Misa Adven Sekaligus Pengukuhan Prodiakon

Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega Pimpin Misa Adven Sekaligus Pengukuhan Prodiakon

KROY – Uskup Keuskupan Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, hari ini memimpin Misa Adven Pertama yang penuh makna di Gereja Santa Martha Kroy. Dalam perayaan Ekaristi yang menandai awal tahun baru liturgi Gereja Katolik ini, Uskup sekaligus mengukuhkan empat prodiakon baru yang siap melayani umat di Keuskupan Sorong.

Acara yang dihadiri oleh ratusan umat dari berbagai stasi di sekitar Kroy ini berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Keempat prodiakon yang menerima pengukuhan telah melalui masa pembinaan panjang sebagai persiapan menuju tahapan imamat.

1
Yulius Nong Diogo
2
Hetwigius Karubun
3
Ignatius Ohoiwirin
4
Theodora Yeuyanan Mayor

Makna Ganda Masa Adven

“Adven bukan sekadar persiapan menyambut kelahiran Kristus di Betlehem dua ribu tahun yang lalu, tetapi juga masa penantian teguh akan kedatangan-Nya yang kedua kali sebagai Raja yang akan menghakimi.”

Dalam homilinya, Uskup Hilarion menekankan makna ganda dari masa Adven. Mengacu pada bacaan jelang Hari Raya Kristus Semesta Alam, Uskup mengajak umat untuk membangun kewaspadaan spiritual di tengah kesibukan dunia. “Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, Adven mengajak kita untuk merenung, mempersiapkan hati, dan memantapkan iman agar siap menyongsong kemuliaan-Nya kapan pun itu terjadi,” tambahnya.

Tongkat Gembala: Simbol Kepercayaan dan Kontinuitas

Salah satu momen paling bersejarah dalam perayaan ini adalah penyerahan tongkat gembala yang akan disimpan secara permanen di Gereja Santa Martha Kroy. Menurut tradisi yang telah berlangsung lama di Keuskupan Sorong, setiap Dekenat atau Kevikepan menyimpan sebuah tongkat gembala sebagai simbol kepercayaan dan tanggung jawab pastoral yang diemban oleh Praparoki.

“Penyerahan tongkat ini bukan sekadar ritual, melainkan penegasan atas kehadiran Gereja yang nyata dan berkelanjutan di tengah-tengah umat. Tongkat ini akan menjadi pengingat akan janji sang gembala untuk selalu hadir, mengajar, dan menguduskan umat yang dipercayakan kepadanya.”

Keempat prodiakon yang baru dikukuhkan menyatakan rasa terima kasih dan kesiapan mereka untuk menjalani pelayanan. “Ini adalah panggilan hidup yang telah saya persiapkan selama bertahun-tahun. Saya siap melayani umat di mana pun saya ditugaskan,” ujar Yulius Nong Diogo mewakili rekan-rekannya.

Misa Adven Pertama ini juga menandai dimulainya berbagai kegiatan pastoral di Keuskupan Sorong menjelang Natal. Uskup Hilarion dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan pastoralnya ke beberapa stasi terpencil di Distrik Arguni Atas pada hari Minggu, 30 November 2025.

Acara ditutup dengan doa dan berkat Uskup, diikuti dengan resepsi sederhana yang diisi dengan kebersamaan antara Uskup, para pastor, prodiakon baru, dan seluruh umat yang hadir. Suara nyanyian Adven “Maranatha” masih bergema di Gereja Santa Martha Kroy, menjadi penanda awal perjalanan iman Gereja menuju perayaan kelahiran Sang Juruselamat.

Ingin Berita Lainnya?

Temukan liputan, refleksi, dan kabar terbaru dari seluruh Keuskupan Sorong.

Kunjungi Situs Utama
WO

Wilhelmus Oladoko

Penulis adalah jurnalis yang meliput kegiatan Gereja di Papua Barat. Ia adalah Sekretaris Pra Paroki Santa Marta-Kroy.

Dokumentasi Foto: Yosep Rahabav selaku Tim Komsos Pra Paroki Santa Marta.