PESPARANI KATOLIK I KAIMANA RESMI DIBUKA: Umat Diajak “Berjalan Bersama” dalam Penebalan Iman

Berita: Pesparani Katolik I Kaimana

PESPARANI KATOLIK I KAIMANA RESMI DIBUKA: Umat Diajak “Berjalan Bersama” dalam Penebalan Iman

Tema: “Berjalan Bersama dalam Peziarahan Pengharapan Menuju Allah, Sumber Pembaharuan”

Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Gereja Katolik di Kabupaten Kaimana seiring dibukanya **Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Tingkat Kabupaten Kaimana Tahun 2025**. Kegiatan iman yang didanai Anggaran Pemerintah Daerah ini resmi dimulai dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Umum LP3KD Kabupaten Kaimana, **Rm. Stanis Jenambur, O.Carm.**

Seruan Misa Pembukaan: Bukan Kompetisi, Melainkan Syukur

Dalam sambutannya, Rm. Stanis Jenambur, O.Carm., menyampaikan pesan kunci bahwa Pesparani harus dimaknai sebagai sarana nyata untuk memperkuat kehidupan menggereja. Romo menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukanlah semata persaingan.

“Semoga melalui kegiatan ini, semangat hidup menggereja kita semakin meningkat dan kualitas iman kita semakin bermutu. [Pesparani adalah] bentuk syukur dan pujian kepada Tuhan melalui talenta yang Tuhan berikan kepada umat-Nya.”

Melalui berbagai lomba rohani dan musik liturgi, Pesparani diharapkan mampu menumbuhkan iman umat, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari perayaan iman itu sendiri.

Homili Mendalam: Makna Sejarah dan Persatuan dalam Keberagaman

Misa dilanjutkan dengan homili inspiratif dari **Rm. Yohas, O.Carm.** Ia memberikan penjelasan historis mengenai Pesparani, yang secara nasional baru diresmikan pada tahun 2016, meskipun aktivitas serupa telah ada di tingkat paroki.

“Dari kegiatan kecil, kita belajar bahwa hal-hal besar lahir dari kesetiaan pada yang kecil. Dan kini, Pesparani telah menjadi agenda nasional, yang mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Kementerian Agama.”

Rm. Yohas lantas menggarisbawahi dua makna esensial Pesparani: **sebagai wujud persatuan dalam keberagaman** dan **sebagai bentuk keteguhan iman dan pengharapan**. Ia menekankan bahwa melalui kegiatan ini, semangat persatuan dan kebersamaan dalam iman harus terus dikembangkan, karena “pengharapan tidak pernah mengecewakan.”

Resepsi dan Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Usai Misa, resepsi dan ramah tamah dilangsungkan dengan meriah, menampilkan Mars dari tiga komunitas Katolik Kaimana: Paroki Santo Martinus, Paroki Santa Monika, dan Pra Paroki Santa Marta. Penampilan kolaboratif lintas usia—anak-anak, remaja, OMK, hingga orang dewasa—menjadi simbol nyata **sinodalitas (berjalan bersama dalam iman)** yang menjadi tema sentral acara.

Kegiatan ini mendapat legitimasi kuat dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana, yang hadir diwakili oleh Staf Ahli Sekretariat Daerah. Beliau mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan ini **didukung dan didanai sepenuhnya dari anggaran pemerintah daerah** Kabupaten Kaimana.

Turut hadir dalam acara pembukaan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaimana, serta para pejabat terkait dari Kementerian Agama dan pastor dari ketiga paroki/pra paroki setempat.

Pewarta/Tim Jurnalistik: Kontributor: Hermansius Jorsen Fotografer: Yoseph Rahabav