Pra Paroki Santa Marta

Memuat

Misa Rabu Abu bersama 69 Anggota TNI-AD Batalion 864 Nane Nambae -Kaimana

Misa Rabu Abu bersama 69 Anggota TNI-AD Batalion 864 Nane Nambae -Kaimana

Misa Rabu Abu bersama 69 Anggota TNI-AD Batalion 864 Nane Nambae -Kaimana

Berita Paroki · Rabu Abu 2026
Masa Prapaskah

Misa Rabu Abu 2026

69 Umat Katolik Batalion 864 Nane Nambae Kaimana Ikuti Misa Rabu Abu di Pra Paroki St. Marta

Kaimana, Rabu 18 Februari 2026 – Sebanyak 69 umat Katolik dari Batalion 864 Nane Nambae Kaimana mengikuti perayaan Misa Rabu Abu bersama ratusan umat Katolik di Pra Paroki St. Marta Kaimana. Kehadiran para anggota TNI ini menjadi momen yang istimewa dalam perayaan Ekaristi pembuka Masa Prapaskah tahun ini.

Misa dipimpin oleh Fransiskus Nenga, O.Carm. Suasana gereja terasa berbeda karena 69 anggota TNI hadir mengenakan pakaian dinas lengkap. Kehadiran mereka menjadi tanda sukacita tersendiri, mengingat batalion yang baru dibangun di Kaimana tersebut memiliki cukup banyak anggota beragama Katolik.

Misa Rabu Abu Batalion 864
Kebersamaan umat dan anggota Batalion 864 usai Misa Rabu Abu.

“Puasa sejatinya adalah kemampuan diri untuk menekan segala hasrat dan keinginan yang menjauhkan kita dari Tuhan. Koyakkanlah hatimu dan bukan pakaianmu.”

Romo Fransiskus Nenga, O.Carm.

Dalam homilinya, Romo Fransiskus menegaskan bahwa Rabu Abu merupakan momen pertobatan melalui pantang dan puasa yang wajib dijalankan oleh umat Katolik. Namun, ia menekankan bahwa puasa tidak hanya sebatas menahan makan dan minum. “Puasa sejati adalah kemampuan untuk menekan segala hasrat dan keinginan yang menjauhkan kita dari Tuhan. Koyakkanlah hatimu dan bukan pakaianmu,” tegasnya, seraya mengajak umat untuk memasuki Masa Prapaskah dengan hati yang sungguh-sungguh bertobat.

Romo juga mengaitkan pesan Injil hari itu dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, yakni “Gereja Misioner: Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan.” Ia menjelaskan bahwa misi sejati Gereja adalah menghadirkan Kerajaan Allah melalui warta kegembiraan yang menyentuh kemanusiaan, serta menegaskan bahwa pengharapan dalam Kristus tidak pernah mengecewakan.

Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara umat dan anggota Batalion 864 Nane Nambae Kaimana. Kebersamaan tersebut semakin mempererat tali persaudaraan antara Gereja dan para prajurit.

Perayaan Rabu Abu tahun ini menjadi momentum penuh makna, tidak hanya sebagai awal perjalanan rohani menuju Paskah, tetapi juga sebagai wujud nyata kebersamaan dan pengharapan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Memento Homo Quia Pulvis Es

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *