Misa Lingkungan ST. Mikael
Kotbah Romo RP. Yonas, O.Carm
Dalam perayaan pesta pelindung Lingkungan Santo Mikael, Romo RP. Yonas, O.Carm mengajak umat untuk merenungkan kembali makna kehadiran malaikat dalam kehidupan beriman sehari-hari.
Menurut Romo, gambaran umum tentang malaikat sering kali dilukiskan sebagai sosok yang berpakaian putih dan bersayap. Namun, Gereja Katolik merayakan tiga Malaikat Agung—Mikael, Gabriel, dan Rafael—karena masing-masing memiliki peran sentral dalam karya keselamatan Allah bagi umat manusia.

Santo Mikael dihadirkan sebagai simbol kekuatan Allah yang berjuang melawan kuasa setan dan segala bentuk godaan.
Santo Gabriel membawa kabar sukacita kepada Maria, yang dengan rendah hati menjawab, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Dari pewartaan ini lahirlah Sang Penyelamat.
Santo Rafael hadir sebagai utusan Allah yang menyembuhkan, menjadi tanda kasih Allah yang memulihkan.

“Ketiga malaikat agung ini menunjukkan peran yang berbeda, namun diikat oleh semangat yang sama: menjadi utusan Allah,” tegas Romo Yonas.

Dari sini umat diajak untuk meneladani mereka dengan mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah melalui tugas yang berbeda-beda, namun tetap dalam semangat persatuan.
Romo mengingatkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan bersama. Yang dibutuhkan adalah kerendahan hati untuk saling menerima, menghormati, dan membangun kebersamaan dalam komunitas.

“Kita dipanggil menjadi malaikat bagi sesama: saling menolong, membawa kabar baik, mengucapkan kata-kata yang membangun, serta menghadirkan kesembuhan melalui perhatian dan kepedulian,” ungkapnya.

Maria Teresa Bojaxhiu (26 Agustus 1910 – 5 September 1997)
Mengutip teladan Santa Teresa dari Kalkuta, Romo menambahkan:
“Saya hanyalah sepotong pensil kecil di tangan Tuhan, untuk menulis cinta di atas kertas kehidupan.”

Demikian pula umat dipanggil menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menolong sesama.
Dalam kotbahnya, Romo juga menyinggung bacaan Injil tentang perjumpaan pertama Yesus dengan Natanael (Bartolomeus). Natanael, yang sedang berdoa dan merenung di bawah pohon ara, dipuji Yesus sebagai seorang Israel sejati tanpa kepalsuan.

“Inilah panggilan bagi kita, menghadirkan iman yang murni, bukan iman yang penuh kepura-puraan,” kata Romo.
Sebagai penutup, Romo Yonas mengajak umat Lingkungan Santo Mikael untuk terus membangun semangat persatuan, kerjasama yang baik, rasa persaudaraan yang tinggi, serta menjadikan Pra Paroki Santa Marta di Kaimana sebagai komunitas yang hidup dalam iman, harapan, dan kasih.
