Suasana penuh khidmat dan harapan mewarnai perayaan Ekaristi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana pada Minggu, 8 Februari 2026. Misa dipimpin oleh Rm. Fransiskus Nenga, O.Carm yang akrab disapa Romo Fan, dan diikuti oleh para warga binaan dengan penuh antusias serta semangat rohani.
Pesan Spiritual di Tengah Keterbatasan
Dalam homilinya, Romo Fan mengajak seluruh umat yang hadir untuk tetap menyadari kehadiran kasih Tuhan yang begitu besar dalam setiap situasi kehidupan, termasuk di tengah keterbatasan yang dialami di dalam lapas. Ia menegaskan bahwa ketika peran dan kemampuan diri terasa semakin sempit, justru di situlah peran Allah menjadi semakin besar dan nyata.
Ketika peran dan kemampuan diri terasa semakin sempit, justru di situlah peran Allah menjadi semakin besar dan nyata.
Romo Fan juga menyampaikan pesan penguatan agar kehidupan di dalam lapas tidak menjadi sumber tekanan batin. Ia mengajak para warga binaan untuk berani mengosongkan diri, membuka hati, serta membiarkan Tuhan bekerja dan menuntun perjalanan hidup mereka. Selain itu, ia menekankan pentingnya menemukan jati diri serta tekad pribadi untuk berubah menjadi lebih baik, karena perubahan sejati harus dimulai dari dalam diri sendiri.
Menjadi Terang bagi Sesama
Meskipun tidak semua orang dapat menjadi matahari yang bersinar besar, setidaknya setiap pribadi dapat menjadi lilin kecil yang memberi terang bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Sejalan dengan Injil hari Minggu yang diambil dari Matius 5:13-16 tentang “Terang Dunia”, Romo Fan mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi terang bagi sesama. Ia menyampaikan pesan sederhana namun mendalam, bahwa meskipun tidak semua orang dapat menjadi matahari yang bersinar besar, setidaknya setiap pribadi dapat menjadi lilin kecil yang memberi terang bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Penguatan Rohani dan Motivasi
Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi katekese dan motivasi yang diberikan langsung oleh Romo Fan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan penguatan rohani serta dorongan moral kepada para warga binaan agar tetap memiliki harapan, semangat hidup, dan tekad untuk memperbaiki diri.
Kegiatan misa dan pembinaan rohani ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan iman serta motivasi bagi para warga binaan di Lapas Kelas III Kaimana, sehingga mereka mampu menjalani masa pembinaan dengan penuh harapan, kedamaian, dan keyakinan akan kasih Tuhan yang senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.
