Kujungan WKRI ke Lapas Kelas III Kaimana

WKRI Kaimana Kunjungi Lapas Kelas III Kaimana, Hadirkan Ibadat dan Tanda Kasih

Rombongan WKRI bersama warga binaan Lapas Kaimana
Rombongan WKRI Cabang Kaimana bersama warga binaan Lapas Kelas III Kaimana usai ibadat bersama.

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Kaimana melaksanakan kunjungan kasih ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana pada Minggu, 18 Januari 2025. Kunjungan ini menjadi wujud nyata kehadiran Gereja bagi saudara-saudari yang membutuhkan perhatian, penguatan iman, dan pengharapan, khususnya warga binaan Katolik.

Rombongan WKRI Kaimana dipimpin langsung oleh Ketua WKRI Kaimana, Ibu Lidia Wanggabus, SKM., M.M., didampingi oleh sejumlah pengurus lainnya. Setibanya di lapas, Ketua WKRI menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Lapas Kelas III Kaimana atas kesempatan dan keterbukaan yang diberikan sehingga WKRI dapat melaksanakan kunjungan dan ibadat bersama warga binaan.

Penyerahan bantuan bahan pokok
Penyerahan bantuan bahan pokok kepada warga binaan Katolik.
Ketua WKRI menyampaikan sambutan
Ibu Lidia Wanggabus menyampaikan sambutan penuh kasih.
Suster Martina memimpin ibadat
Suster Martina, INSC, memimpin ibadat dengan khidmat.

Dalam sambutannya, Ibu Lidia Wanggabus menegaskan bahwa kunjungan ke lapas merupakan bagian dari program rutin WKRI Kaimana. Program ini direncanakan akan dilaksanakan satu kali dalam sebulan dalam bentuk ibadat bersama, sebagai tanda kehadiran, kepedulian, dan pendampingan rohani bagi warga binaan, khususnya umat Katolik. Menurutnya, kehadiran WKRI di lapas bukan semata-mata kegiatan seremonial, melainkan sebuah panggilan iman untuk hadir bagi mereka yang sering kali terpinggirkan dan membutuhkan penguatan kasih Kristus.

Kunjungan tersebut diisi dengan ibadat bersama yang dipimpin oleh Suster Martina, INSC. Dalam renungan yang disampaikan, Suster Martina mengajak seluruh peserta ibadat untuk merenungkan bacaan Kitab Suci hari itu, terutama bacaan Injil, ketika Yohanes Pembaptis menunjuk kepada Yesus dan berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk melepaskan diri dari ego dan dosa, serta mengarahkan pandangan kepada Yesus yang hadir sebagai Anak Domba Allah. Suster Martina menegaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang juga dipanggil untuk menjadi “anak domba Allah” bagi sesama, yakni menjadi saluran kasih Kristus, menghapus kegelapan hidup, dan membawa terang bagi dunia. Hal ini sejalan dengan firman Tuhan melalui Nabi Yesaya dan teladan hidup yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri dalam Injil.

Lebih lanjut, umat diajak untuk hidup dalam kekudusan dan kedamaian. Berbicara tentang kekudusan, disadari bahwa manusia pada dasarnya tidak sempurna dan hanya Allah yang sungguh kudus. Namun demikian, Allah adalah Allah yang penuh belas kasih dan pengampunan. Karena itu, Allah memanggil setiap orang untuk menjadi kudus dengan melakukan kebaikan, hidup sesuai ajaran Yesus, berani menjadi terang atau lilin bagi sesama, serta rela berkorban demi orang lain.

Di akhir renungan, umat diajak untuk terus berjuang hari demi hari melepaskan segala ego dalam diri, berani menjadi saksi terang Kristus bagi semua orang. Kehadiran setiap pribadi diharapkan menjadi seperti lilin yang memberi terang dan kehangatan, bukan cahaya yang menghancurkan atau membakar kehidupan orang lain, sehingga pada akhirnya tidak membawa kegelapan bagi sesama.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ketua WKRI Kaimana menyerahkan bantuan berupa sumbangan bahan pokok kepada warga binaan Katolik di Lapas Kelas III Kaimana. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga binaan serta menjadi tanda nyata kasih dan perhatian dari WKRI Kaimana.

Melalui kunjungan ini, WKRI Kaimana menegaskan komitmennya untuk terus hadir, berbagi, dan melayani, khususnya bagi mereka yang berada dalam keterbatasan, seraya membawa terang kasih Kristus ke tengah kehidupan bersama.

Foto dan kontributor: Hermansius Jorsen, S.S.